Hidup ini….. entah saya menyebutnya apa. Yang jelas hidup
ini sebuah perjlanan yang entah saya tidak tahu nanti ujungnya dimana, Harus bagaimana
dan seperti apa seharusnya. Mungkin bisa di sebut hidup ini “rahasia ilahi”
karena begitu banyak rahasia yang disembunyikan olehNya. Kita tidak tau apa
yang akan terjadi satu tahun lagi, satu bulan lagi, satu hari lagi, satu jam
lagi, satu menit lagi, satu detik lagi bahkan hingga seper sekian detik lagi. Bisa
saja nyawa ini di ambil olehNya sepersekian detik setelah saya menyelesaikan
tulisan ini, tapi itu tidak terjadi karena tulisan ini telah terupload dan saya
masih hidup. Alhamdulillah.
Satu hari lagi genaplah sudah saya mengelilingi matahari
sebanyak 20 ×. Sepertiga dari perjalanan
manusia rata-rata. Begitu banyak perjalanan yang telah saya lewati. tapi, entah
mengapa saya merasa sedih ketika saya telah mencapai titik ini. Rasanya di usia
ini saya belum bisa berbuat apa-apa, belum memberikan yang terbaik kepada
orang-orang tersayang, Ibu bapak. belum dapat member contoh yang baik kepada
adik-adik . Masih saja merepotkn teman-teman terbaik dan sering membuat kecewa
orang-orang yang mempercayai saya. Bagaimana saya bisa disebut dewasa?
Saya termasuk tipe (kata orang-orang) susah move on. Bagaimana
tidak dititik yang sejauh ini saya sering merengek “pengen jadi anak kecil aja,
” memasang status Facebook “Rindu masa-masa Madrasah” stalking ke Akun
teman Mts bahkan teman SD. Haaah entahlah bagaimana bisa aku melewati 20 × memutari matahari selanjutnya. Usia yang sudah di tuntut
untuk dewasa, dewasa yang sebenar-benarnya.
Terkadang saya suka membuka file foto-foto lama, mengenang
masa lalu. Haaaah bagaimana waktu ini berjalan cepat sekali. Rasanya baru
kemarin.
Rasanya seperti baru kemarin dilantik menjadi pengurus bem,
sekarang sudah demisioner. Ex. Pengurus. Benar-benar banyak pelajaran yang
didapat. Bakalan sangat merindukan masa-masa ini, mbak-mbak dan kakak yang
selalu sabar menghadapi nakalnya Nailul Luthfiyah.
Rasanya baru kemarin sibuk persiapan SBMPTN bersama panca
kebon. Galau bersama menelan perihnya kegagalan :D
Rasanya seperti baru kemrin menjadi Mahasiswa baru Unila, di
jahilin kakak-kakak tingkat. Disuruh ini lah itulah, berangkat pagi,memakai
seragam kuning dibentak- bentak, disuruh lari. Dibalik semua itu ada kebaikan
dan akan membekas.
Rasanya baru kemarin bersama Sincan “Science clever at one”.
Kumpulan orang-orang hebat, orang-orang lucu, orang-orang aneh, orang-orang yang
penuh semangat dan penuh mimpi.
Rasanya baru kemarin dengan embak-embak kesayangan, mb Dini,
mbak Nia (kuadrat), mbak Asma, mbak tria, Mifa dan mbak-mbak Aska yang lain. malam-malam
nyanyi gak jelas, curhat, nonton film, ngobrol, makan bareng, jalan-jalan. Kadang-kadang
pingin balik ke masa ini.
Rasanya baru kemarin punya genk MTs. Nai, Dwi, Ika, Ovin,
Umi, Endah. Kemah, gotongin bamboo yang panjang-panjang, terus jalannya nanjak.
Haiking jalannya jauh. Nyuci tenda, nangis gara-gara kalah lomba. siang sampai sore
sendirian menunggu bus, pagi-pagi sering telat.
Rasanya baru kemarin bermain dengan sepupu laki-laki. cak
aan dan cak lis dengan sepeda pohon, cak toni menangkap capung, cak gufron yang
selalu saya anggap keren, Yayan yang menuliskan “Indra” di cagak rumah,
mas David yang suka jahil.
Rasanya baru kemarin pergi kesawah dengan Sohana, dibohongin
dengan cerita Golok dan keris, memuja-muja ratu buaya di pinggir sawah, mainan
boneka pisang.
Rasanya baru kemarin main bongakar pasang dengan adik
tercinta, pindah di rumah yang atapnya mau terbang, deket kuburan.
Rasanya baru kemarin pindah sekolah ke SD N 3. Pas perkenalan,
karana suara saya kecil, guru mendengar nya “Dewi Luthfiya” bukan Nailul
Luthfiyah, jadi selama 3 hari dipanggil Dewi, :D
Rasanya baru kemarin muntir tangan Yanti, karna persekutuan
saya dengan mbak ida dkk. Terus ketahuan bapaknya.
Rasanya baru kemarin, ada yang bilang “adiknya saya ambil ya”
dan dengan galak saya menjawab “GAK BOLEH”.
Perjalanan yang jika dituliskan semuanya tidak aka nada orang
yang mampu membacanya. memang seru “mengenang masa lalu” kadang membuat bahagia
kadang membuat sedih.
Sekarang dititik ini, saya memiliki sohibul wasi’I dan Biologi
2013, ingin rasanya mengabadikan moment setiap detiknya, tapi itu tidak mungkin.
Biarlah waktu berjalan apa adanya. Terasa cepat ketika kita sudah bisa
mengenangnya dan terasa lama ketika masih dalam cita-cita. SEMANGAT RESOLUSI 20th
tahun. semoga planning-planning tidak teringkari (lagi) :D
Mohon maaf kepada setiap jiwa yang telah melalui sebagian hidupnya
dengan saya, setiap kata yang menyinggung hati, setiap perbuatan yang pernah
menyakiti teman-teman semua. Mohon maaf lahir dan bati, selamat menunaikan
ibadah puasa.
Bandar Lampung, 17 Juni 2015/30 Sa'ban 1436.
Tulisan ini terinspirasi dari blog http://azharologia.com/
![]() |
REVOLUSI MUKA :D
|